A lil boy speech

I just read a book named BUKU UNTUK DIBACA written by Erick Namara. And i find it interesting when i read the story of a lil boy’s speech, his name is Severn Cullis Suzuki. Here goes the speech,

Halo, nama saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O- Environmental Children Organization.

Kami adalah kelompok dari Kanada yang terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang ke sini sejauh 6000 mill untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yang akan datang. Saya berada disini mewakili anak-anak kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yg sekarat yg tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak didengar.

Saya merasa takut untuk berada di bawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernapas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dg kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya; hilang semuanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba, dan hutan tropis yg penuh dg burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?

Semua ini terjadi dihadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yg telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yg sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya.

TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini, anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi, tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan perempuan, paman dan bibi- dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanya seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yg beranggotakan lebih dari 5 miliar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yg sama- perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yg sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yg sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yg saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuangnya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di utara tidak akan berbagi dengan mereka yg memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yg nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yg berkecukupan- kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yg lalu di Brazil, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yg hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami, “Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang.”

Jika seorang anak yg berada di jalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yg memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dg saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yg begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yg hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak kelaparan di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jiwa semua uang yg dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yg kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yg anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tsb?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini, mengapa anda melakukan hal ini, kami adalah anak-anak anda semua.
Anda sekalian yg memutuskan, dunia seperti apa yg akan kam tinggali. Orang tua seharusnya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dg mengatakan, “Semua akan baik-baik saja, kami melakukan yg terbaik yg dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tsb kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu.”

Jadi, apa yg anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang-orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang anda, cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s